Jakarta, (BS) - Jakarta dikejutkan dengan pemandangan dramatis: 1,14 ton narkotika dimusnahkan oleh Polda Metro Jaya. Sabu, ganja, dan berbagai jenis obat terlarang lainnya dilenyapkan, menandai babak baru dalam perang melawan narkoba di ibukota.

Sebagai seorang ibu, saya merasa lega melihat tindakan tegas ini. Bayangkan, berapa banyak generasi muda yang bisa diselamatkan dari jeratan narkoba berkat pemusnahan ini?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ari, menegaskan keseriusan pihaknya dalam memberantas sindikat narkoba yang meresahkan.

"Pemusnahan barang bukti ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk menekan peredaran narkotika, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ujarnya.

Pemusnahan ini bukan sekadar seremoni. Kehadiran advokat Michael Christianto menjadi jaminan bahwa proses ini berjalan sesuai koridor hukum dan akuntabel.

"Kehadiran advokat dalam proses ini bertujuan untuk memastikan pemusnahan barang bukti berjalan sesuai prosedur hukum dan transparan, sehingga tidak ada potensi penyalahgunaan," kata Michael.

Tentu, pemusnahan ini adalah langkah maju. Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana mencegah narkoba masuk ke Jakarta, bagaimana memutus mata rantai peredaran yang licin ini. Sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama.

Polda Metro Jaya berharap, langkah ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelaku kejahatan narkotika, sekaligus menekan angka peredaran narkoba di Jakarta dan sekitarnya.

Mari kita terus dukung upaya pemberantasan narkoba. Karena masa depan generasi muda kita ada di tangan kita semua. (Heti)