JAKARTA, (BS) – Kinerja Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjadi sorotan tajam dari pengamat anggaran. Lebih dari satu tahun menjabat, namun menurut Uchok Sky Khadafi dari Center For Budget Analysis (CBA), belum ada capaian signifikan yang menunjukkan terobosan besar dari kepemimpinannya.
“Bila dibandingkan dengan Nicke Widyawati (mantan Dirut Pertamina), Presiden Prabowo Subianto bisa saja berkerut kening melihat performa Simon yang biasa-biasa saja,” ujar Uchok dalam keterangannya, Kamis (7/8/2025).
Menurut Uchok, kondisi Pertamina saat ini bahkan mengalami kemunduran. Tiga indikator utama—aset, pendapatan, dan laba—mengalami penurunan tajam dari tahun 2023 ke 2024. Ia menggambarkan kondisi Pertamina seperti kendaraan yang meluncur tanpa rem.
“Ini bukan sekadar penurunan biasa, tapi penurunan tajam yang menunjukkan lemahnya kepemimpinan dan strategi bisnis dari Simon,” tegas Uchok.
Tiga Indikator Keuangan Anjlok
Berdasarkan data yang dikutip CBA, berikut rincian penurunan kinerja keuangan Pertamina:
Aset:
2023: USD 95,43 miliar
2024: USD 94,16 miliar
Turun: USD 1,27 miliar atau sekitar Rp 20,3 triliunPendapatan:
2023: USD 75,78 miliar
2024: USD 75,32 miliar
Turun: USD 460 juta atau sekitar Rp 7,3 triliunLaba Bersih:
2023: USD 4,76 miliar
2024: USD 3,45 miliar
Turun: USD 1,32 miliar atau sekitar Rp 21,1 triliun

