Bogor, (BS) – SMP Negeri 1 Sukajaya kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Gelar Inovasi Daerah (GID) 2025 yang diselenggarakan oleh Bappeda Litbang Kabupaten Bogor, pada 9 Oktober 2025. Dari ratusan karya inovasi yang ditampilkan, SMPN 1 Sukajaya berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Juara Harapan II dan Sekolah dengan Inovasi Terbanyak untuk kategori SMP.

Keikutsertaan SMPN 1 Sukajaya dalam ajang inovasi tahunan ini melalui proses seleksi internal yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Ugan Sugandhi, S.Pd., M.M. Siswa didampingi guru pembimbing melalui tahapan riset, diskusi ide, hingga pembuatan prototipe inovasi.

Sebanyak tujuh produk inovasi berhasil ditampilkan, di antaranya Smart Spray Galon, Kendappo, PERLI, Wood Pelletin, Candu Aren, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, serta Sedumpit sebagai produk ramah lingkungan. Dari kategori guru, inovasi Flash Card berbasis Augmented Reality untuk pembelajaran matematika turut melengkapi karya SMPN 1 Sukajaya.

Kepala SMPN 1 Sukajaya, Ugan Sugandhi, S.Pd., M.M, menyampaikan apresiasi atas kerja keras siswa dan guru pembimbing yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa.

“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja kolaboratif antara siswa dan guru. Kami mendorong anak-anak untuk berani berpikir kreatif dan menghadirkan solusi nyata. Alhamdulillah, upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan,” ujar Ugan.

Ia berharap capaian ini menjadi pemicu lahirnya inovasi-inovasi baru di lingkungan sekolah.

“Kami ingin budaya inovasi ini terus tumbuh, tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga sebagai bekal siswa menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.

Keikutsertaan SMPN 1 Sukajaya dalam ajang Gelar Inovasi Daerah (GID) diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan sekolah. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga melatih keberanian mereka untuk menuangkan gagasan, bekerja kolaboratif, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Ke depan, sekolah berharap kegiatan seperti GID dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak karya inovatif yang bersifat aplikatif dan berdampak luas, baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Selain itu, partisipasi dalam ajang inovasi diharapkan mampu memperkuat sinergi antara siswa, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik secara utuh. (NF)