Bogor, (BS) – Kondisi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Tajurhalang, Kabupaten Bogor, memprihatinkan. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 8.600 meter persegi di Perumahan Pura Bojonggede, Jalan Bandung Timur Blok J.8 RT 001/RW 021, Desa Tajurhalang, ini masih jauh dari kata layak sebagai tempat belajar yang ideal.
Kepala Sekolah Siti Rosyadah, S.Pd mengatakan, saat ini sekolah memiliki 417 siswa dengan 11 rombongan belajar (rombel), namun hanya tersedia empat ruang kelas. Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) harus dijalankan dengan sistem dua shift, pagi dan sore.
“Ruang belajar kami sangat terbatas. Kami sampai menyekat ruang tata usaha menjadi dua kelas, bahkan ruang guru ikut digunakan untuk belajar. Saat ini guru dan staf TU bergabung di ruang kepala sekolah,” ungkap Siti Rosyadah, Selasa, (21/10).
Selain keterbatasan ruang belajar, SMPN 2 Tajurhalang juga belum memiliki lapangan olahraga, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang komputer untuk pelaksanaan ANBK dan TKA, sarana ibadah, serta kantin yang layak. Kondisi tanah yang masih tanah merah memperburuk situasi saat hujan datang, karena area halaman menjadi becek dan licin.
Meski demikian, semangat para guru dan siswa tidak surut. Setiap pagi, sekolah tetap melaksanakan kegiatan pembiasaan salat duha dan literasi meski harus beralaskan terpal di halaman terbuka. Namun kegiatan ini sering terhenti bila hujan mengguyur.
“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memberi perhatian khusus agar kegiatan belajar bisa lebih efektif, dan siswa dapat belajar di ruang yang layak,” tambah Siti Rosyadah. (San)

