DEPOK, (BS) - Bedah buku mentang-mentang oligarki karya Dodo Lantang di gelar di Cafe JPW GDC Depok, di hadiri oleh wakil walikota Depok Chandra Rahmansyah dan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang nya antara lain Prof Dr Wahyu Wibowo MSi,Dr Somadi Sosrohadi M.Pd Dekan FBS dan Bang Fikar W Eda penyair dan Wartawan Senior.
Sementara itu Wakil Walikota Depok
Saya ingin masyarakat kota Depok untuk menjadi kritis.
Karena masih banyak orang miskin masih banyak pengangguran dan saya menebak ini pasti karena oligarki juga karena banyak anggaran yang di gelontorkan tetapi tidak bisa berkurang juga oligarki sudah masuk ke dunia pendidikan dan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut masing-masing Nara sumber memberikan sudut pandang nya dari masing-masing keahliannya,sepeti di sampaikan Prof Wahyu bahwa Dodo Lantang berhasil menciptakan puisi yang unik dimana menurut Prof Wahyu keunikan dari Dodo lantang adalah menciptakan buku yang berisi puisi
"Karena tidak banyak penyair yang melakukan seperti itu saya gak tau apakah dia mencontek karena dia kan dosen itu yang saya liat keunikan dari buku karya Dodo lantang," katanya
Lain halnya dengan Prof firdaus Syam dimana beliau menyimpulkan kan bahwa seorang Dodo merupakan sosok yang konsisten mulai dari masa kuliah.
"Saya banyak baca puisi tentang banyak hal seperti baju, celana dalam dan lain-lain tetapi Dodo bicara tentang alat rumah tangga dimana tidak ada penyair yang bicara tentang panci ,rice cooker dan kalau Chairil Anwar tau dia pasti kasih jempol," tegasnya.
Lain halnya dengan. Dr Somnadi Sosrohadi M.Pd Dekan FBS Unas dimana dirinya memberikan sudut pandang yang berbeda dimana pihaknya mengatakan ada kemarahan dari puisi yang di tulis oleh Dodo lantang
"Saya melihat ada kemarahan dari jiwanya mas Dodo dan itu di ekspresikan dalam bentuk tulisan atau puisi karena beliau paham senjata yang tajam untuk membongkar oligarki ya lewat puisi karena saya melihat banyak diksi yang lugas dan keras untuk menggugah pembaca bagaimana bobroknya sistem oligarki," ujarnya
Sementara itu Fikar W Eda Penyair dan Wartawan Senior menjelaskan dalam aspek yang berbeda dimana dirinya menyimpulkan ada tiga aspek dalam buku ciptaan Dodo Lantang.

