Cisarua, (BS) - Berdasarkan penelitian, rata – rata orang Indonesia memiliki kemampuan berfikir yang sederhana dan hanya ada pada dua tahap, jika kejadian A maka hasilnya B, sesimpel itu. Padahal level berpikir tidak sesederhana itu, sehingga seringkali masyarakat Indonesia atau lebih spesifiknya para netizen mudah sekali untuk saling serang di medsos untuk hal yang sepele atau tidak pada substansi yang dibahas yang seringkali kedua pihak yg saling serang ini sama sama tidak memiliki analisa yang tepat.

Namun, jika kita dapat menguasai 6 level berpikir atau yang lebih dikenal dengan istilah "Taksonomi Bloom", maka hal ini akan menjadikan dunia maya lebih adem dengan diskusi sehat yang tidak saling menyalahkan atau menjatuhkan, bahkan setiap orang perlu untuk bisa menguasai "Taksonomi Bloom" ini sebagai skill berfikir yang komperhensif sehingga Indonesia Emas 2030 mungkin dapat tercapai, Insya Allah.

1. Hapalan
Level berpikir hapalan adalah yang paling dasar, bisa dikatakan hampir seluruh lembaga pendidikan di Indonesia menggunakan metode ini dalam metode pembelajaran. Metode ini sangat penting dalam hal kemampuan menguasai sebuah materi, tapi seringkali metode bepikirnya terhenti pada poin ini, akibatnya banyak orang yang sepertinya menguasai suatu hal tapi tidak memahami apa yang telah dia hapal, bahkan mirisnya saat ini generasi muda Indonesia tidak pula menguasai metode berpikir ini, hal ini terbukti dengan banyaknya beredar video di beberapa medsos tentang anak – anak SMA yang tidak bisa menjawab perkalian sederhana. Bahkan ada penelitian dari luar yang menyimpulkan kemampuan berpikir mahasiswa semester 1 setara dengan kemampuan berpikir anak SMP kelas 3 di negara maju.

2. Understanding

Understanding atau memahami merupakan level kedua setelah hapalan, apabila dari hapalan kemudian mampu memahami maka akan mudah untuk masuk ke tahapan berpikir selanjutnya, 

3. Menerapkan 

Menerapkan apa yang kita ketahui hanya akan bisa dilakukan setelah kita hapal dan memahami suatu perkara, sebagai contoh jika kita hapal dan memahami tentang kerusakan lingkungan hidup akibat buang sampah sembarangan, maka akan mudah untuk menerapkannya minimal untuk diri sendiri, berbeda kalau hanya tau tapi tidak memahami sehingga percuma banyak tulisan tentang dilarang buang sampah sembarangan namun tidak merubah kebiasaan tersebut. 

4. Analisa
Kemampuan berpikir analisa menjadikan seseorang memilki kemampuan berpikir yang lebih maju, karena dengan kemampuan analisa ini dia tidak lagi berpikir untuk dirinya sendiri tapi juga akan mulai berpikir untuk mengatasi problem yang ada disekitarnya, kemampuan analisa akan membuat seseorang tidak hanya asbun (asal bunyi), tapi akan lebih menilai sebuah masalah dengan lebih baik sehingga akhirnya bisa masuk ke ke cara berpikir selanjutnya, 

5. Evaluasi