BOGOR, (BS) – Ketua DPC Hiswana Migas Kota Bogor, Cecep Fazar menanggapi soal masih terjadinya antrean panjang untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di sejumlah SPBU milik Pertamina setiap harinya.

Diakui Cecep, antrean kendaraan sendiri sudah terjadi sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada 3 September 2022.

“Mungkin nanti dari pengelola SPBU akan menambah flow untuk antriannya,” kata Cecep kepada wartawan pada Rabu (26/10).

Menurutnya, keluhan yang disampaikan masyarakat terkait dengan antrean panjang yang terjadi di SPBU akan ditampung untuk disampaikan kepada masing-masing pengelola.

Cecep tak menampik bahwa penyebab antran panjang di sejumlah SPBU dikarenakan penggunaan QR code di aplikasi Mypertamina.

“Karena memang saat kenaikan harga BBM ditambah ada sistem barcode baru, jadi (masyarakat) ada yang belum paham,” ucapnya.

Namun kedepannya, kondisi antrean yang menjadi keluhan para pengguna BBM Pertamina tersebut akan dibenahi agar tak terjadi penumpukan.

“Ke depan Insya Allah akan lancar, (karena sekarang) belum merata saja,” ungkapnya.

Cecep juga menjelaskan, persoalan lainnya yang ditemui di lapangan adalah masih ada masyarakat yang belum melek teknologi. Selain itu, pada saat pendaftaran pada aplikasi Mypertamina juga terkendala karena gagal saat mencoba untuk mendaftar.