Depok, (BS) - Kabar baik bagi warga Depok! Program Universal Health Coverage (UHC) dipastikan terus bergulir hingga 2026. Ketua DPC Partai NasDem Depok, Samsul Ma'arif, S.Pd., menegaskan komitmen ini usai menutup kejuaraan bola voli di GOR Grand Depok City.

Namun, ada catatan penting: UHC akan diperketat. Pemerintah Kota Depok mengambil langkah efisiensi, memprioritaskan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan kesehatan.

Samsul Ma'arif menjelaskan, pembatasan ini merupakan respons terhadap kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Prioritas akan diberikan kepada warga Depok yang paling membutuhkan layanan kesehatan, dengan proses seleksi ketat oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.

"UHC cut off ini berarti bahwa program ini akan diprioritaskan bagi masyarakat yang memang berada dalam kondisi sangat membutuhkan layanan kesehatan. Tentu saja, akan ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi," ujar Samsul Ma'arif.

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas beban biaya BPJS Kesehatan mandiri. Banyak warga kesulitan membayar iuran rutin. Efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada pembatasan pemanfaatan UHC.

Dinsos Depok akan memperketat verifikasi dan seleksi calon penerima UHC. Tujuannya, memastikan program ini tepat sasaran, tidak dimanfaatkan warga yang mampu secara finansial.

"Artinya, program UHC akan tetap dipertahankan keberadaannya. Namun, perlu dicatat bahwa hanya warga yang memenuhi persyaratan dari Dinas Sosial yang akan mendapatkan manfaat, yaitu mereka yang masuk dalam kategori desil satu sampai dengan desil empat," paparnya.

Desil adalah indikator pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat. Desil satu adalah kelompok dengan ekonomi terendah, sedangkan desil sepuluh adalah kelompok dengan ekonomi tertinggi.

Samsul Ma'arif mengimbau warga Depok yang mampu untuk tetap menggunakan BPJS Kesehatan mandiri. Pemerintah akan menanggung biaya kesehatan warga kurang mampu melalui UHC.