Soroti Kinerja Asal-asalan Plt Walikota Bekasi, CBA Kirim Surat Terbuka Ke Mendagri

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi, photo/Instagram

Beritasatoe.com –  Center For Budget Analysis () melalui  (Direktur CBA) melayangkan yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia .

Dalam surat terbuka tersebut, CBA meminta kepada Bapak Menteri Dalam negeri, agar segera menegur dan mengevaluasi Tri Adhianto dan segera menghentikan Mutasi dan Pelantikan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Alasan CBA meminta Mendagri melakukan itu karena CBA beranggapan apa yang dilakukan oleh Plt tersebut asal-asalan dan arogan.

Penempatan para pejabat yang tidak memiliki keahlian dan pengalaman yang spesifik untuk menduduki jabatan baru, juga dianggap akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih buruk.

“Seperti pada OPD Setda yang memutasi Kabag ULP nya dan di ganti dengan Pejabat Baru yang tidak berpengalaman dalam urusan Pengadaan Barang dan Jasa,” tulis Uchok Sky Khadafi
(Direktur CBA) dalam rilis resminya yang diterima media ini, Rabu (18/05).

Berikut isi lengkap surat terbuka CBA tersebut:

Surat Terbuka Buat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

Kepada Yang Terhormat :
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian
Di
Jakarta.

Dengan Hormat,
Kami dari CBA (Center For Budget Analysis) meminta kepada Bapak Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian agar segera menegur dan evaluasi PLT walikota Bekasi Tri Adhianto Serta segera menghentikan Mutasi dan Pelantikan Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, karena

1). Mutasi yang asal-asalan dan cenderung Arogan. Hal ini dilihat dari Daftar Persetujuan, Pengukuhan, Pengangkatan dan Pengangkatan Pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Bekasi Nomor 821/3051/OTDA tertanggal 9 Mei 2022 yang disetujui oleh Kementrian Dalam Negeri terlihat bahwa usulan Plt Walikota Bekasi Cenderung Asal – asalan dan Arogan karena tidak melibatkan Baperjakat dalam mengolah dan menganalisa beban jabatan yang di emban dalam melakukan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Bekasi

2). Mengusulkan Pergantian Pejabat yang tidak sesuai kemampuan dan keahliannya Postur Usulan Mutasi dan Promosi di Pemerintah Propinsi Jawa Barat Nomor 2039/KPG.07/BKD tertanggal 08 April 2022 TIDAK sesuai dengan Sumber Daya Manusia yang di perlukan dalam SKPD. Ini bisa kita lihat dari penempatan bahwa pejabat yang tidak memiliki keahlian dan pengalaman yang spesifik menduduki jabatan baru yang membutuhkan pengalaman dan keahlian dalam jabatan itu seperti pada OPD SETDA yang memutasi Kabag ULP nya dan di ganti dengan Pejabat Baru yang tidak berpengalaman dalam urusan Pengadaan Barang dan Jasa dan menjelang Masa Pensiun. Sementara kita tahu bahwa Pengadaan Barang dan Jasa merupakan Pintu Masuk atas APBD yang akan dijalankan untuk pemenuhan akan pembangunan di Kota Bekasi dari berbagai macam sektor kebutuhan pelayanan masyarakat, indikasi ini akan berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih buruk dibanding WALIKOTA terdahulu, pun halnya sama di SKPD seperti DLH, DBMSDA dan yang lainnya

3). Urgensi Kebutuhan diabaikan
Dalam hal urgensi pelayanan masyarakat haruslah terpenuhi terlebih dahulu tapi ini tidak bisa kita lihat dalam usulan promosi dan mutasi yang di usulkan PLT WALIKOTA terkait pelayanan dasar kesehatan masyarakat bahwa pada Dinas Kesehatan pun PLT WALIKOTA mengusulkan Kepala SKPD yang tidak mengerti Pelayanan dasar kesehatan masyarakat, jadi akan kah pelayanan kesehatan masyarakat nya akan terlayani dengan baik pasca tidak diberlakukan nya jaminan kesehatan berbasis NIK (KS – NIK) yang menjadi produk unggulan RAHMAT EFFENDI dan TRI ADHIANTO dalam PEMILUKADA 2,5 Tahun Kebelakang dan lagi- lagi yang akan menjadi KORBAN adalah Masyarakat Kota Bekasi atas nama Pelayanan Masyarakat.

Demikian Surat terbuka ini, kami ajukan kepada Bapak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Terima kasih atas kerjasamanya.

 

Jakarta, 18 Mei 2022

Uchok Sky Khadafi
Direktur CBA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.