DEPOK – Wacana mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam dunia politik kembali menjadi perhatian di Kota Depok. Hal ini mengemuka setelah karya tulis anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, mendapat respons positif dari Ketua Bawaslu Kota Depok, M. Fathul Arif.

Dua buku yang ditulis Binton, yakni “Perempuan Dalam Sistem Politik Indonesia” dan “Perempuan dan Politik,” dinilai memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literasi politik, khususnya terkait peran perempuan dalam sistem demokrasi di Indonesia.

Dalam kedua buku tersebut, Binton membahas berbagai aspek mengenai keterlibatan perempuan dalam politik, termasuk kebijakan afirmatif yang mewajibkan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam sistem politik nasional.

Ketua Bawaslu Kota Depok, M. Fathul Arif, menilai karya tersebut dapat menjadi referensi penting bagi lembaga pengawas pemilu dalam memahami regulasi serta implementasi kebijakan keterwakilan perempuan.

“Buku ini sangat relevan sebagai referensi bagi Bawaslu, terutama dalam memahami landasan hukum dan implementasi keterwakilan perempuan dalam sistem politik,” ujar Fathul Arif, Selasa (10/3/2026).

Ketertarikan terhadap buku tersebut bermula dari percakapan keduanya melalui pesan WhatsApp. Saat itu, Binton tengah menjalankan kunjungan kerja Komisi A DPRD Kota Depok ke Kantor Inspektorat Kabupaten Bogor.

Dalam percakapan tersebut, Binton menjelaskan isi bukunya yang mengulas tentang kebijakan afirmatif keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia. Penjelasan tersebut kemudian mendapat respons positif dari Fathul Arif yang menyatakan minatnya untuk membaca buku tersebut secara langsung.

Menanggapi hal itu, Binton menyampaikan kesiapannya untuk menyerahkan buku tersebut kepada Bawaslu Kota Depok sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi demokrasi.

“Jika berkenan, buku ini siap saya serahkan langsung ke kantor Bawaslu Kota Depok,” ujar Binton.