DEPOK – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Lonjakan harga minyak dunia serta potensi gangguan jalur distribusi menjadi perhatian, termasuk dampaknya terhadap ketersediaan LPG di Indonesia.
Salah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dan gas dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak pasokan dan harga energi secara global.
Meski demikian, masyarakat di Kota Depok diminta tidak panik. Ketua Hiswana Migas Kota Depok, Valdarama Setiawan, memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram atau gas melon dalam kondisi aman.
“In shaa Allah stok LPG 3 kilogram di Kota Depok tetap aman dan tidak terdampak langsung oleh konflik di kawasan Teluk,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, alokasi LPG 3 kg di Depok pada bulan ini mencapai sekitar 2,1 juta tabung. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Valdarama juga mengimbau warga agar membeli LPG subsidi di pangkalan resmi guna menjaga distribusi tetap tepat sasaran dan harga sesuai ketentuan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli di pangkalan resmi terdekat,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi dinamika global, termasuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi dan pengawasan distribusi.
Dengan kondisi stok yang terjaga serta distribusi yang dipantau, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh berlebihan oleh isu global yang berkembang.

