Oleh: Ahmad Zamzamy
Mahasiswa KPI Semester 3, UIKA Bogor
BERITASATOE.COM - Generasi muda memiliki posisi strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan bangsa. Sebagai kelompok usia produktif, anak muda menjadi penentu arah perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di masa depan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi yang tak terelakkan, generasi muda tidak lagi hanya berperan sebagai penerima perubahan, melainkan juga sebagai aktor utama yang ikut membentuk masa depan bangsa.
Membicarakan generasi muda berarti membicarakan harapan bangsa sekaligus berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama. Salah satu tantangan terbesar datang dari perkembangan teknologi digital yang sangat memengaruhi gaya hidup dan pola pergaulan anak muda. Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, mulai dari sarana komunikasi, hiburan, hingga sumber informasi.
Melalui media digital, generasi muda memiliki ruang luas untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, serta memperluas relasi sosial tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dan tidak bijak juga memunculkan dampak negatif, seperti tumbuhnya sikap individualistis, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta berkembangnya budaya serba instan. Kondisi ini berpotensi mengikis nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, gaya hidup konsumtif menjadi tantangan lain yang kerap dihadapi generasi muda. Pengaruh iklan digital dan tren populer sering kali mendorong anak muda untuk membeli barang dan jasa secara berlebihan demi mengikuti gaya hidup tertentu.
Tanpa disertai kesadaran dan pengendalian diri, kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah ekonomi pribadi dan membentuk pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, sikap kritis dan bijak sangat diperlukan dalam menyikapi budaya populer yang terus berubah.
Di sisi lain, generasi muda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial. Banyak anak muda yang terlibat aktif dalam organisasi kemahasiswaan, komunitas sosial, kegiatan kemanusiaan, hingga gerakan peduli lingkungan. Keterlibatan ini menunjukkan adanya kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di sekitar mereka.

