BOGOR, (BS) – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tidak sekadar menjadi wadah ekstrakurikuler, tapi juga menjadi tempat strategis dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pelajar sejak dini.
Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut siswa tidak hanya cerdas akademis tetapi juga tangguh secara sosial dan emosional, kehadiran OSIS menjadi media pembelajaran nyata yang tak tergantikan.
Tempat Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
OSIS mengajarkan siswa bagaimana mengatur kegiatan, bekerja dalam tim, menyampaikan aspirasi, dan menyelesaikan masalah. Peran ini sangat penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan berbasis pengalaman nyata.
“Menjadi ketua OSIS membuat saya belajar mendengar pendapat orang lain, mengatur program, dan menyampaikan ide ke guru maupun siswa,” kata Farhan (17), siswa SMAN 1 Cibinong.
Melalui OSIS, siswa juga belajar memahami proses musyawarah, menyusun proposal, membuat laporan kegiatan, serta menjalankan program kerja yang berdampak bagi seluruh warga sekolah.
Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Kemandirian
Aktif di OSIS bukan hanya soal jabatan, tetapi soal mentalitas dan semangat kontribusi. Siswa menjadi terbiasa tampil di depan umum, berani menyampaikan pendapat, dan berinisiatif dalam menyelesaikan persoalan.
“Anak-anak yang pernah aktif di OSIS biasanya lebih percaya diri, lebih berani berbicara di forum, dan cepat beradaptasi saat masuk dunia kampus atau kerja,” ungkap Siti Nurhasanah, guru pembina kesiswaan.

