BOGOR, (BS) – Lembaga Kajian Strategis (LEKAS) mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengambil langkah konkret untuk menekan angka kematian akibat Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Desakan ini disampaikan menyusul data terbaru yang menunjukkan Kabupaten Bogor menempati peringkat pertama di Jawa Barat dalam jumlah kematian akibat HIV/AIDS.
Ketua Umum LEKAS, M. Muksin Zaenal Abidin, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sekitar 218 kasus kematian akibat HIV/AIDS terjadi di Kabupaten Bogor, menjadikannya wilayah dengan angka kematian tertinggi di Jawa Barat.
“Situasi ini sangat mengkhawatirkan. Pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada slogan ‘cari, temukan, obati’. Pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dan harus jadi prioritas,” tegas Muksin saat ditemui di Ciawi, Sabtu (25/10/2025).
Ia menilai, angka kematian yang tinggi menunjukkan lemahnya koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Menurutnya, Pemkab Bogor perlu membuat kebijakan nyata melalui penganggaran khusus serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, aktivis, hingga sektor swasta.
“Dinas Kesehatan memang sudah berperan dalam layanan medis, tapi mereka punya banyak urusan sektor lain. Penanganan HIV/AIDS seharusnya menjadi tanggung jawab multipihak,” ujarnya.
Selain itu, Muksin juga mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan rumah singgah bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) sebagai bagian dari perlindungan sosial dan upaya menghapus stigma diskriminatif di masyarakat.
“Target kita 2030, zero kasus HIV di Kabupaten Bogor. Untuk mencapainya, dibutuhkan aksi nyata, bukan hanya wacana,” tandasnya.
LEKAS menegaskan akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mandiri ke berbagai lapisan masyarakat, sembari membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Wan)

