BOGOR, (BS) – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika menyambut kunjungan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Banten Kidul dan Lembaga Kesatuan Adat Kasepuhan Banten Kidul (Sabaki), Rabu (30/7/2025).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Bogor itu membahas sejumlah agenda penting seputar masyarakat adat Banten Kidul, termasuk rencana pelaksanaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 yang akan dipusatkan di Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 9 Agustus 2025.
Panitia HIMAS, Lasron Sinurat, menjelaskan bahwa perayaan tersebut akan dihadiri oleh delegasi dari tujuh region AMAN, yakni Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali-Nusa, Maluku, Papua, dan Banten Kidul. Selain itu, sebanyak 50–60 tamu undangan dari negara-negara Asia Tenggara juga dijadwalkan hadir.
"Total peserta dari tujuh region AMAN berjumlah sekitar 350 orang, ditambah 200 orang dari tuan rumah. Kami juga mengundang tamu dari Asia Tenggara sebagai bentuk solidaritas masyarakat adat lintas negara," ujar Lasron.
Ketua AMAN Wilayah Banten Kidul, Jaro Jajang, menegaskan bahwa HIMAS diperingati setiap 9 Agustus, sesuai penetapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1994 sebagai bagian dari Deklarasi Hak-Hak Masyarakat Adat.
"Peringatan HIMAS ini juga bagian dari dua Dekade Internasional Masyarakat Adat yang digagas PBB pada 1995–2004 dan 2005–2015. Tahun ini, giliran Kasepuhan Guradog menjadi tuan rumah," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Sabaki, H. Sukanta, menyampaikan bahwa pihaknya terus menelusuri dan memperluas jejaring kasepuhan yang memiliki akar budaya Banten Kidul di selatan Jawa Barat, termasuk yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.
“Kami menemukan sejumlah kasepuhan di Bogor dengan karakter adat serupa. Secara alami, mereka menjadi bagian dari keluarga besar Sabaki,” katanya.
Rangkaian kegiatan HIMAS 2025 akan berlangsung selama tiga hari, yakni 7–9 Agustus 2025. Hari pertama diisi dengan pelatihan organisasi dan pertemuan para perempuan pemimpin adat dari kampung-kampung. Hari kedua akan ditandai dengan deklarasi Jurnalis Masyarakat Adat, sementara puncak acara pada 9 Agustus akan diisi dengan pawai budaya, penanaman pohon, dialog umum bersama Kementerian dan DPR RI, serta peluncuran peta wilayah adat dan buku dokumentasi adat. (Deri)
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

