BOGOR, (BS) — Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terus berupaya membuka akses jalan hingga ke pelosok kampung sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Desa Sukaluyu, Iip Maulana, yang menuturkan bahwa wilayah desanya yang berada di kawasan perbukitan memang memiliki tantangan tersendiri, termasuk potensi bencana longsor.
“Alhamdulillah, beberapa titik sudah hampir selesai dibuka akses jalannya. Ini semua berkat dukungan penuh di masa kepemimpinan Lurah Aos yang kini memasuki periode ketiga,” ujar Iip saat ditemui di Kantor Desa Sukaluyu, Selasa (10/6/2025).
Berdasarkan data pemerintah desa, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi dua hingga tiga kali longsor, meski dalam skala kecil. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah desa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan wilayah.
Menindaklanjuti arahan dari tim geologi, pemerintah desa telah mengalihkan sejumlah lahan pertanian di wilayah rawan menjadi area perkebunan pepohonan untuk menjaga stabilitas tanah.
“Antisipasi lainnya kami lakukan melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa), salah satunya membangun tembok penahan tanah (TPT) di titik-titik rawan longsor,” jelas Iip.
Desa Sukaluyu sendiri merupakan hasil pemekaran dari Desa Hambaro pada tahun 1984. Saat ini, desa tersebut dihuni oleh lebih dari 7.000 jiwa, dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan pedagang.
Dengan berbagai langkah pembangunan infrastruktur dan mitigasi bencana yang dilakukan, Pemerintah Desa Sukaluyu berharap masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman, terutama saat musim hujan tiba. (Deri)
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

