CIAWI, (BS) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (8/10/2025).
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA didampingi pejabat dari Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat serta jajaran terkait dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Kegiatan diawali dengan dialog bersama masyarakat desa membahas berbagai isu, mulai dari pola asuh anak, pendidikan, kesehatan, hingga upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Menteri juga meninjau langsung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi program pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Menteri Arifatul Choiri menilai keberadaan Koperasi Merah Putih menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga di tingkat desa.
“Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat — koperasi ini bukan hanya menguatkan lembaga desa, tetapi juga menopang ekonomi keluarga di desa,” ujarnya.
Menurut Menteri, berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap berakar dari lemahnya kondisi ekonomi keluarga. Oleh karena itu, Kementerian PPPA berupaya mendorong pemberdayaan perempuan melalui kolaborasi lintas kementerian.
“Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu kami bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk melatih ribuan perempuan agar bisa mandiri secara ekonomi, termasuk bekerja sama dengan sejumlah gerai,” ungkapnya.
Arifatul menambahkan, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari inisiatif nasional yang digagas Presiden sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
“Desa yang kuat adalah desa yang warganya berdaya. Kami apresiasi KDMP Teluk Pinang yang sudah memiliki lima gerai aktif. Harapan kami, koperasi ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Ridwan Fauzi, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Teluk Pinang, menjelaskan bahwa koperasi yang dipimpinnya kini beranggotakan sekitar 80 orang. Para anggota secara rutin menyetorkan iuran wajib dan iuran pokok sebagai modal awal pengembangan koperasi.

