BOGOR, (BS) - Kegiatan Seren Taun di Kasepuhan Malasari Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sukses digelar pada tanggal 26-27 Juni 2025. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah dengan
Festival Muharam, ngariung nadar, pawai obor, dan tabligh akbar menjadi pembuka pada Kamis malam.
Puncak acara dilaksanakan Jumat pagi dengan ritual adat Seren Taun, pesta rakyat UMKM, dan ditutup oleh pagelaran wayang golek.
Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaus mengatakan pentingnya pengakuan hukum terhadap eksistensi masyarakat adat.
Ia menyebut Kasepuhan Malasari telah mengantongi Surat Keputusan (SK) sebagai masyarakat hukum adat, namun masih memerlukan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).
"Peranan desa selama ini mendorong pengakuan tersebut. Kita dan Kasepuhan selalu bersinergi. Apa yang diperlukan, kita akan perjuangkan," kata dia, Jumat (27/5).
Orang nomor satu di Desa Malasari mengapresiasi kedatangan Satuan Adat Banten Kidul (Sabaki) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Banten Kidul
dalam kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, saya bersyukur dengan kehadiran SABAKI dan AMAN. Kita tidak bisa berjalan sendiri, memang harus berdampingan dan bersinergi," ucapnya.
Perwakilan dari Kasepuhan Malasari, Hamdan Yuafi menambahkan pentingnya regenerasi dan pelestarian nilai-nilai adat yang tidak berhenti pada seremoni semata.
"Seren Taun ini warisan yang tidak boleh putus. Harapannya, generasi ke depan bisa melanjutkan dan memahami nilai-nilai adat istiadat," jelasnya.

