Depok, (BS) - Gemuruh semangat Hari Santri bergema di Kota Depok, menjadi pengingat akan jasa para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Lebih dari sekadar seremoni, peringatan ini adalah refleksi mendalam tentang peran kaum sarungan dalam sejarah bangsa.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Depok, Siswanto, S.H, dengan penuh semangat menyerukan pemahaman mendalam akan esensi Hari Santri. Beliau menekankan bahwa momen ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan kembali perjuangan ulama dan santri dalam meraih kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

Siswanto menjelaskan bahwa Hari Santri, yang diperingati setiap tahun berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, kini memasuki usia ke-11. Momentum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Depok, akan betapa vitalnya peran santri dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah Kota Depok pun tak tinggal diam. Apresiasi dan dukungan nyata diwujudkan melalui serangkaian acara peringatan, termasuk apel Hari Santri yang khidmat di depan Balai Kota pada tanggal 22 Oktober. Kehadiran seorang mubaligh kondang dari Blitar, Jawa Timur, pada tanggal 24 Oktober, semakin menambah semarak perayaan ini.

Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok ini disambut gembira oleh PKB. Mereka berharap peringatan Hari Santri dapat semakin membumi dan tertanam dalam ingatan masyarakat Depok.

"Hari Santri diperingati setiap tahun berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015," kata Siswanto, belum lama ini.

Mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia", Hari Santri tahun 2025 menjadi momentum bagi PKB untuk terus menyemarakkan semangat kebangsaan. PKB berkomitmen penuh untuk mewujudkan cita-cita luhur, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang signifikansi peran santri dalam lembaran sejarah kemerdekaan Indonesia.

Semangat Hari Santri, diharapkan terus membara, menjadi suluh penerang bagi generasi penerus bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat di mata dunia. (Heti)