BOGOR – Upaya memperkuat ideologi Pancasila di tingkat daerah kembali mendapat sorotan positif. Langkah Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) yang melakukan audiensi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dinilai sebagai strategi konkret dalam memperkuat fondasi kebangsaan.
Audiensi yang berlangsung di Kantor BPIP RI, Jakarta, tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari langkah akseleratif untuk memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar terimplementasi dalam kebijakan dan kehidupan masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 yang menegaskan peran BPIP dalam merumuskan arah kebijakan serta melakukan koordinasi dan sinkronisasi pembinaan ideologi Pancasila secara nasional, termasuk dengan pemerintah daerah.
Secara konstitusional, penguatan ideologi Pancasila juga memiliki dasar yang sangat kuat. Dalam Pembukaan UUD 1945, Pancasila ditegaskan sebagai dasar negara sekaligus sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Artinya, setiap upaya pembinaan nilai Pancasila merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi.
Sekretaris DPC Gerakan Pembumian Pancasila Kota Bogor, Muhammad Zidan Nurkahfi, menilai langkah yang diambil Pemkot Bogor mencerminkan kesadaran ideologis yang semakin kuat dalam tata kelola pemerintahan.
“Ini adalah langkah konkret dan progresif dari Wali Kota Bogor. Pancasila tidak boleh hanya menjadi dasar normatif, tetapi harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan program pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Zidan, sinergi antara pemerintah daerah dan BPIP menjadi kunci dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan, khususnya di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan.
Ia menekankan bahwa pembinaan ideologi Pancasila harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan masif, agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kolaborasi ini penting untuk membangun ketahanan ideologi bangsa, terutama menghadapi disrupsi informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat,” tegasnya.

