DEPOK – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA), menilai momen buka puasa bersama di kediaman Wali Kota Depok, Supian Suri, menjadi simbol kuat kepemimpinan yang inklusif dan menghargai perjuangan relawan serta masyarakat.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan ulang tahun Supian Suri ke-51 itu dihadiri unsur KDM, tim relawan, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Menurut HTA, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan momentum silaturahmi yang sarat makna politik dan sosial.
“Ini bukan kebetulan. Di momen ulang tahun beliau ke-51, buka puasa bersama ini menjadi peristiwa luar biasa. Ini menunjukkan Pak Wali tidak melupakan perjuangan teman-teman relawan yang sejak awal hingga hari ini tetap setia mendukung,” ujarnya.
HTA yang mengaku telah lebih dari dua dekade berkecimpung dalam dunia politik di Depok menilai gaya kepemimpinan Supian Suri memiliki karakter berbeda, terutama dalam hal keterbukaan kepada masyarakat.
“Saya sudah 20 tahun di politik Depok. Baru kali ini saya melihat wali kota yang begitu terbuka terhadap rakyatnya. Hampir tidak ada jarak. Ini luar biasa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kehadiran masyarakat lintas agama dalam acara tersebut. Menurutnya, partisipasi warga non-Muslim dalam kegiatan buka puasa bersama menjadi cerminan kepemimpinan yang merangkul semua golongan.
“Semua kalangan hadir, bukan hanya masyarakat Muslim. Ini bukti bahwa dukungan kepada Pak Wali datang dari berbagai lapisan dan latar belakang,” katanya.
HTA mengakui bahwa dalam kurun satu tahun masa kepemimpinan Supian Suri bersama Wakil Wali Kota, sejumlah perubahan sudah mulai terlihat. Meski masih bertahap, ia menilai langkah tersebut sebagai fondasi penting menuju perubahan yang lebih besar.

