Ciawi,(BS) - Nasib pilu menghantui warga RW 05 dan RW 02, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Sumber kehidupan mereka, saluran irigasi Cipalayangan Lama, telah lama terputus. Bencana longsor di hulu saluran, tepatnya di Kampung Bojong Kaso, Desa Banjarsari, menjadi penyebab utama terputusnya aliran air yang vital bagi pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
Bayangkan, sawah yang mengering, tanaman yang layu, dan sumur yang menipis. Itulah gambaran yang saya dapatkan ketika mencoba merasakan langsung keluhan para petani di sana. Mereka tidak hanya kehilangan potensi panen, tetapi juga harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi.
"Saluran irigasi ini sudah lama terputus, kurang lebih hampir tiga tahun, sehingga air tidak mengalir lancar ke wilayah Kami," kata Dedi Supriadi Ketua RW. 05 Desa Banjarwaru.
Diceritakan oleh Bapak Dedi, selama tiga tahun terakhir, warga bergotong royong membersihkan saluran, berharap air bisa kembali mengalir. Namun, usaha mereka sia-sia karena kerusakan parah di bagian hulu. Air yang tersisa saat hujan hanya menimbulkan genangan, tak mampu mencapai sawah-sawah mereka.
"Sangat miris jika kondisi seperti ini dibiarkan terus berlarut larut, dikhawatir dampak buruk makin melebar pada lingkungan," ujarnya.
Keputusasaan warga semakin menjadi ketika melihat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor seolah tutup mata terhadap masalah ini. Mereka menuding DPUPR melakukan pembiaran, tanpa ada upaya nyata untuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak.
Warga berharap DPUPR segera mengambil tindakan cepat, melakukan normalisasi saluran, dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan di hulu saluran.
"Kami berupaya melakukan kerja bakti warga jadi sia sia belaka, ketika di hulu nya tidak kunjung di bangun, karena setahu kami dalam pemeliharaan dan perbaikan nya saluran irigasi ini kewenangan pihak pemerintah Kabupaten, yakni Dinas PUPR," tandasnya.
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Banjarwaru, Adurahman, langsung turun tangan melakukan penelusuran dan peninjauan lokasi. Ia didampingi oleh Ketua BPD, Ketua RW, dan perwakilan warga untuk memastikan titik-titik kerusakan yang menyebabkan terputusnya saluran.

