Bogor, (BS) - Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi, turun langsung memantau pembangunan Jembatan Ciparigi yang menjadi urat nadi penghubung di ruas Jalan Cibeber-Malasari, Kecamatan Nanggung. Kabar baiknya, proyek ini melaju pesat!
Seminggu lalu, progres baru menyentuh angka 42%. Namun, pengecekan terbaru mengungkap kemajuan yang menggembirakan. Abutmen dan girder sudah terpasang gagah, bahkan proses pengecatan pun tengah berlangsung. Ini jelas jadi angin segar bagi warga yang sudah lama menantikan jembatan ini.
"Alhamdulillah perkembangan cukup baik. Semoga tidak lama lagi semuanya rapi. Setelah ini juga akan ada tahapan peningkatan seperti pembersihan dan pekerjaan pendukung lainnya," ujar Bobby, kepada Beritasatoe.com, Senin 17/11.
Bobby tak lupa menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor Rudi Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade atas dukungan penuh yang mereka berikan. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tapi juga harapan baru bagi masyarakat.
"Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati. Dengan adanya jembatan ini, akses menuju Desa Malasari maupun Curugbitung, terutama Kampung Malasari, akan semakin baik. Pembangunan jalan dan jembatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Kecamatan Nanggung, khususnya warga Desa Malasari," tambahnya.
Di balik kemajuan ini, ada tantangan yang dihadapi oleh tim di lapangan. Koko Komaludin, pelaksana dari PT Arcido Artha Multimodo, mengungkapkan beberapa kendala yang sempat menghambat laju pekerjaan.
"Kami dihadapkan pada fenomena alam, yakni hujan, dan kesulitan memperoleh bahan seperti split dan pasir beton. Harga split yang biasanya Rp280 ribu per kubik kini bisa mencapai Rp550 ribu per kubik, itu pun sulit didapat," jelas Koko.
Meski demikian, semangat untuk menyelesaikan proyek ini tak pernah padam. Progres terus berjalan, bahkan melampaui target awal.
"Hingga saat ini pekerjaan telah mencapai 60 persen. Walaupun cuaca tidak mendukung dan harga material melonjak, kami tetap konsisten menyelesaikan jembatan ini," ujarnya.

