Sumedang, (BS) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa tidak boleh ada sekolah yang beroperasi dalam kondisi kotor dan tidak terawat. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan pembinaan kepada kepala SMA, SMK, dan SLB se-Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII di SMKN 2 Sumedang, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang bersih, nyaman, dan mendukung proses belajar. “Jangan ada sekolah yang dekil. Normalnya sekolah itu bersih dan nyaman kelas dan toiletnya. Karena di sana tempat mendidik orang-orang. Fungsi sekolah itu mengubah mindset, sikap, dan mengasah keterampilan,” ujar Purwanto.

Ia menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu memimpin dengan baik, serta mengoptimalkan peran para wakil kepala sekolah dan seluruh komponen satuan pendidikan. Khususnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana diminta lebih memperhatikan kondisi fisik bangunan dan fasilitas sekolah.

Selain itu, ia juga mendorong peran humas sekolah untuk aktif mempublikasikan praktik baik, prestasi, serta inovasi yang dilakukan sekolah melalui berbagai platform media sosial. “Gunakan semua media sosial untuk menunjukkan prestasi dan inovasi sekolah,” tegasnya.

Purwanto menambahkan, perubahan tata kelola di satuan pendidikan merupakan langkah penting dalam membangun peradaban yang lebih baik. “Sebagai pemimpin, lakukan perubahan tata kelola, cerminkan peradaban yang baik. Jika sekolah berubah, wajah pendidikan Jabar pun akan berubah,” katanya.

Kegiatan pembinaan tersebut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Santy Kurnia Dewi, bersama 61 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. (NF)