BOGOR, (BS) — Masyarakat Kampung Adat Kasepuhan Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menggelar tradisi adat Sedekah Ponggokan dalam rangka menyambut datangnya bulan Muharam atau Tahun Baru Islam.

Tradisi ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat kasepuhan yang diwariskan secara turun-temurun. Menurut Humas Kasepuhan, Ade Eka Komara, Ponggokan memiliki makna khusus dalam siklus tradisi adat setempat.

“Bertepatan dengan bulan Muharam, dalam istilah adat kami disebut Ponggokan. Ini berbeda dengan Seren Taun yang digelar sebagai ungkapan syukur atas panen. Ponggokan lebih bermakna permohonan akan kehidupan baru yang lebih baik serta penghapusan kesalahan di masa lalu,” ujar Ade saat ditemui di Mandala Rumah Adat Urug Lebak, Rabu (9/7/2025).

Puncak acara Ponggokan diisi dengan ziarah ke Makam Keramat Gedong Letik, yang dipimpin langsung oleh para tokoh kasepuhan. Ziarah juga dilakukan ke sejumlah makam keramat lainnya di wilayah Kampung Cipatat Kolot.

Rangkaian tradisi ditutup dengan riungan kueh, yaitu kegiatan makan bersama dan berbagi kue tradisional khas kasepuhan. Kegiatan ini menjadi simbol doa, kebersamaan, dan harapan akan keberkahan di tahun baru Islam.

Tradisi Sedekah Ponggokan menunjukkan bagaimana nilai-nilai spiritual Islam dan adat istiadat lokal dapat berpadu secara harmonis, menjaga identitas budaya sekaligus mempererat solidaritas masyarakat adat. (Deri).

N
Penulis: Naufal