Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas empat program prioritas yang dirancang Ditjen Pendidikan Vokasi PKPLK sebagai bentuk implementasi program prioritas Presiden Prabowo dan Kemendikdasmen. Ia menekankan perlunya kreativitas dan keselarasan persepsi dalam pelaksanaan program, serta menjadikan Kemendikdasmen sebagai layanan pendidikan yang "RAMAH".
Empat Program Prioritas yang disampaikan oleh Dirjen Tatang Muttaqin meliputi:
SMK Berbasis Keunggulan Wilayah – Memperkuat pembelajaran berbasis potensi lokal, kemitraan dengan dunia usaha, dan mendukung ekonomi lokal.
Perluasan Pendidikan Inklusif – Mengembangkan pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk anak-anak di daerah terpencil dan lembaga dengan keterbatasan infrastruktur.
Penguatan Kursus dan Pelatihan – Menargetkan 6.400 lulusan bekerja, 1.000 instruktur terdampak, serta pengaktifan 550 LKP daring pada 2025.
Pendidikan Berbasis Pemberdayaan Komunitas – Memberdayakan komunitas dan relawan untuk menjangkau Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah 3T.
Tatang menambahkan bahwa program ini akan memberikan akses pendidikan yang luas, inklusif, dan relevan dengan era industri 4.0, serta mengatasi kekurangan ruang kelas dan guru, terutama bagi kelompok rentan.
“Program-program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan yang luas, relevan, dan inklusif, serta mampu menjawab keterbatasan seperti kurangnya ruang kelas, tenaga pendidik, dan keterjangkauan layanan pendidikan bagi kelompok rentan,” ujar Tatang.
Berita Populer
Daerah
Install App
Berita Satoe
Untuk pengalaman membaca berita yang lebih cepat dan nyaman, Install Aplikasi kami di Android Anda

