Bogor, (BS) – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Negeri Kopo 02, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga sekolah. Kepala SDN Kopo 02, Neneng Rohayati, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terhadap kebutuhan sarana belajar di sekolahnya.

“Alhamdulillah, tentu saja pembangunan empat ruang kelas baru ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini, keterbatasan ruang belajar menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran. Kini anak-anak bisa belajar lebih nyaman dan terfokus,” ungkap Neneng, Jumat (24/10/2025).

Neneng menjelaskan, sebelum adanya pembangunan RKB, SDN Kopo 02 harus melakukan kegiatan belajar mengajar dengan sistem bergantian karena jumlah ruang kelas tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar.

“Saat ini kami memiliki 17 rombel, sementara ruang kelas yang tersedia baru 12. Jadi, adanya tambahan RKB ini sangat membantu, meskipun belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan seluruh kelas,” tambahnya.

Menurut Neneng, pembangunan yang dimulai sejak 13 Agustus 2025 dan ditargetkan rampung pada 10 Desember 2025 ini menjadi bukti nyata perhatian Dinas Pendidikan terhadap pemerataan sarana pendidikan di daerah.

Ia berharap pembangunan ruang kelas baru tersebut dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya agar seluruh siswa bisa mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan nyaman.

“Kami berharap ke depan pemerintah dapat menambah kembali ruang belajar agar setiap kelas memiliki tempat yang tetap. Dengan begitu, proses belajar mengajar akan berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Neneng menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang dipimpin oleh Dr. Rusliandy atas dukungan dan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan sekolah di wilayah Cisarua.

“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, khususnya Bapak Dr. Rusliandy yang telah memberikan perhatian besar terhadap peningkatan mutu sarana pendidikan. Bagi kami, ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi bentuk nyata dukungan terhadap masa depan anak-anak,” tutupnya. (San)