Bogor, (BS) — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas musibah yang terjadi di kawasan tambang emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, yang mengakibatkan korban jiwa. Ia menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi serius terhadap praktik pertambangan, khususnya terkait keselamatan kerja.
“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak karena menyangkut keselamatan manusia dan telah menimbulkan korban,” ujar Sastra di Cibinong, Senin (19/1).
Sastra mengungkapkan hingga kini DPRD Kabupaten Bogor belum menerima laporan resmi dari kepolisian terkait kondisi di lapangan, termasuk kepastian jumlah korban yang masih terdapat perbedaan informasi antara aparat penegak hukum dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, terutama jika ditemukan indikasi pelanggaran prosedur atau kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
“Kalau memang ditemukan kesalahan atau pelanggaran prosedur, kami meminta agar hal itu diusut tuntas supaya kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sastra menyoroti Kecamatan Nanggung sebagai salah satu wilayah yang selama ini dikenal rawan aktivitas penambangan ilegal. Selain Pongkor, beberapa titik di kawasan perbukitan dan hutan di Bogor Barat kerap menjadi lokasi tambang tanpa izin yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
Menurutnya, praktik penambangan ilegal umumnya dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai, sehingga sangat berisiko bagi para pekerja. Kondisi geografis berupa lereng curam dan terowongan sempit semakin meningkatkan potensi kecelakaan kerja.
“Penambangan ilegal ini jelas tidak memenuhi standar keselamatan. Itu sebabnya kejadian seperti ini terus berulang dan tidak boleh ada pembiaran,” katanya.
Sastra juga menekankan bahwa persoalan tambang ilegal tidak bisa hanya diselesaikan melalui penegakan hukum. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.

