BOGOR, (BS) – Untuk pertama kalinya, Kabupaten Bogor menggelar Kompetisi Bonsai Nasional yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto. Acara ini berlangsung di Lapangan Panahan, Stadion Pakansari.

Entis Sutisna menekankan bahwa bonsai bukan hanya seni merawat tanaman, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan seperti ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang. Ia menyatakan, proses pembentukan bonsai yang panjang mencerminkan pentingnya dedikasi dan konsistensi, bahkan tanaman yang sederhana pun bisa bernilai miliaran rupiah jika dirawat dengan penuh cinta.

Ia berharap, bonsai dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Kompetisi ini juga dianggap sebagai salah satu kado untuk Hari Jadi Bogor ke-543.

Entis Sutisna menyampaikan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias, melainkan sebuah karya seni bernilai tinggi yang sarat makna dan filosofi kehidupan.

“Bonsai mencerminkan nilai-nilai luhur seperti ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang. Proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang, bahkan bertahun-tahun. Ini mengajarkan bahwa hasil yang indah lahir dari dedikasi tanpa henti,” jelas Entis.

Ia juga menyebut bahwa melalui bonsai, masyarakat tidak hanya mendapatkan nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi tinggi, bahkan hingga bernilai miliaran rupiah.

Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Alex R. Tangkulung, mengapresiasi kinerja PPBI Kabupaten Bogor dan panitia atas keberhasilan menyelenggarakan acara berskala nasional ini. Ia menyebut acara ini sebagai pencapaian luar biasa karena berhasil mengumpulkan bonsai dalam jumlah besar dan kondisi terbaik. (Red)

N
Penulis: Naufal