Depok, (BS) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok mulai memaparkan gambaran awal terkait skema bonus bagi atlet yang meraih prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Ketua KONI Kota Depok Herry Suprianto mengatakan, skema bonus atlet mengacu pada kebijakan berjenjang yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mewacanakan pemberian bonus sebesar 20 persen dari nilai bonus pemerintah pusat.

“Jika dari pusat misalnya atlet perorangan mendapatkan Rp1 miliar, maka provinsi dapat menambahkan sekitar Rp200 juta. Namun untuk nomor beregu, mekanismenya berbeda,” ujar Herry usai pembukaan kejuaraan basket antarpelajar di GOR GDC, Sabtu (10/1).

Untuk tingkat Kota Depok, Herry menyampaikan bahwa KONI masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat dan provinsi sebelum menetapkan besaran bonus. Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi.

Herry menyebutkan, pada pelaksanaan Porprov 2022, bonus untuk satu medali emas berada di kisaran Rp60 juta. Ke depan, angka tersebut direncanakan mengalami peningkatan.

Menurutnya, Wali Kota Depok Supian Suri telah menyampaikan komitmen menaikkan bonus atlet menjadi Rp75 juta untuk setiap medali emas.

“Standarnya sudah ada dan komitmennya juga jelas. Untuk satu medali emas, nilainya Rp75 juta,” kata Herry.

Dengan target masuk 10 besar pada Porprov 2026 dan potensi perolehan lebih dari 25 medali, KONI Depok memperkirakan total bonus atlet akan lebih besar dibandingkan Porprov sebelumnya. Namun, besaran akhir akan diumumkan setelah seluruh kebijakan resmi ditetapkan.