Depok, (BS) - Gemuruh musik tradisional dan warna-warni kostum penari nusantara memeriahkan perayaan HUT ke-25 Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) di Depok Open Space (DOS). Acara ini menjadi oase di tengah hiruk pikuk kota, mengingatkan kita akan kekayaan budaya yang tersembunyi di setiap sudut Depok. Lebih dari sekadar pesta, perayaan ini adalah deklarasi cinta terhadap identitas lokal.

Hamzah, ketua panitia HUT KOOD, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya acara, berkat dukungan dari berbagai pihak.

KOOD, selama 25 tahun, kata Hamzah, telah setia menjaga warisan budaya Depok.

"Mudah-mudahan ke depan kami dapat terus konsisten menjaga budaya, jagain budaya dan melestarikan budaya dari cita-cita para pendiri Kood," ujarnya, Sabtu (27/09/2025).

Lebih jauh, KOOD bercita-cita agar sejarah Depok diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari SD hingga SMK.

"Kami ingin anak-anak Depok dapat mengenal sejarah Depok, budaya Depok, kebiasaan orang Depok, silahturahmi orang Depok dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan di setiap lingkungan," katanya.

Wali Kota Depok Supian Suri, yang didaulat menjadi Ketua Dewan Pakar KOOD, berpesan kepada generasi muda untuk terus melestarikan KOOD.

“Mudah-mudahan KOOD menjadi bagian yang melahirkan anak-anak Depok yang bisa memimpin Kota Depok, Jawa Barat, bahkan nasional. Kita tidak ingin orang Depok hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri. Dengan doa dan kerja keras, insyaAllah ikhtiar kita dimudahkan Allah,” ujar Supian.

Supian Suri juga mendorong KOOD untuk lebih aktif mengadakan acara yang mempromosikan budaya asli Depok, karena setiap acara akan menarik perhatian banyak orang, baik dari dalam maupun luar Depok, sehingga Kota Depok semakin dikenal.