Megamendung, (BS) – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor mengawali rangkaian event olahraga tahun 2026 dengan menggelar Lintas Sentul Trail Run 2026, yang resmi dibuka oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sabtu (10/1/2026), di Paseban Garden Hills Campground, Megamendung.

Event lari lintas alam ini menjadi pembuka kalender event lari nasional tahun 2026 dan diikuti sebanyak 1.400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Kehadiran ribuan pelari tersebut menegaskan peran strategis KORMI Kabupaten Bogor dalam mendorong olahraga masyarakat berbasis potensi alam dan pariwisata.

Lintas Sentul Trail Run 2026 mempertandingkan sejumlah kategori jarak, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer, dan 36 kilometer, yang selama ini dikenal sebagai lintasan favorit para pelari trail di Indonesia.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti konsistensi KORMI dalam menghadirkan event olahraga berkualitas yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Lintas Sentul Trail Run 2026 menjadi pembuka seluruh event run di Indonesia tahun ini. Antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan pendaftaran harus ditutup sejak November 2025 karena keterbatasan kapasitas lokasi,” ujar Rieke.

Menurutnya, kawasan Sentul telah berkembang menjadi salah satu magnet trail run nasional. Banyak pelari yang selama ini berlatih di kawasan tersebut dan kini dapat menguji kemampuan mereka dalam ajang kompetisi resmi.

“Dengan berbagai kategori jarak, Sentul bukan hanya tempat latihan, tetapi juga panggung pembuktian bagi para pelari trail dari berbagai daerah,” tambahnya.

Rieke juga menekankan bahwa penyelenggaraan event olahraga masyarakat seperti ini sejalan dengan visi KORMI Kabupaten Bogor dalam menggerakkan sport tourism dan ekonomi lokal. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku olahraga, tetapi juga sektor pariwisata, UMKM, hingga perhotelan.

“Event ini membawa dampak ekonomi yang nyata. Hotel-hotel di sekitar Sentul, Kota Bogor, hingga Cibinong terisi penuh oleh peserta dan pendamping. Inilah bukti bahwa olahraga masyarakat mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.