Ciawi, (BS) — Ketua Yayasan Lembaga Kajian Strategis (LEKAS), M. Muhsin Zaenal Abidin, mengungkapkan bahwa angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bogor tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan, mencapai ratusan orang.

Menurut catatan LEKAS, per Januari hingga September 2025 tercatat sebanyak 380 orang terpapar HIV/AIDS, sebagian besar di antaranya berasal dari kelompok usia produktif.

“Kami sangat prihatin dengan peningkatan jumlah kasus ini. Angka positif HIV/AIDS yang terus naik dari tahun ke tahun menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan generasi mendatang,” ujar Muhsin Zaenal Abidin saat ditemui di Kantor Sekretariat LEKAS, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Selasa (30/9/2025).

Muhsin menjelaskan, selama ini pihaknya telah berinisiatif menangani persoalan HIV/AIDS secara mandiri, dengan menggunakan anggaran internal yayasan dan dukungan relawan lapangan.

“Kami bergerak mandiri, bahkan teknis penanganannya kami pelajari secara otodidak. Yang penting, masyarakat mendapatkan edukasi dan pencegahan sedini mungkin,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto, atas komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan preventif Bupati Rudy Susmanto yang telah menyatakan kesiapan Pemkab Bogor menyiapkan anggaran untuk pencegahan HIV/AIDS,” tegasnya.

Pernyataan Bupati Bogor tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi virtual bersama Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang digelar di Pendopo Bupati, Senin (29/9/2025).

Muhsin berharap langkah nyata pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Rudy dapat mempercepat penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Bogor, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan penyakit tersebut. (Iwan)