Bogor, (BS) — Warga Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah lima tahun menanti, pembangunan jembatan penghubung utama yang rusak akibat bencana longsor pada 2020 kini mulai direalisasikan.

Jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 5 meter itu dibangun melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi, mengatakan jembatan tersebut menjadi akses vital warga antar kampung yang selama ini lumpuh total akibat bencana.

“Alhamdulillah, setelah beberapa tahun masyarakat harus menggunakan jalur alternatif yang jauh dan sulit, sekarang pembangunan jembatan ini bisa terealisasi. Ini berkat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Ujang kepada wartawan, Senin (13/10/2025).

Pada awal 2020, bencana longsor besar melanda wilayah Sukajaya dan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik, termasuk jalan serta jembatan utama di Desa Cileuksa yang menjadi penghubung antarwilayah.

Selama lima tahun terakhir, warga terpaksa menempuh jalur memutar sejauh belasan kilometer melewati medan curam dan rawan longsor demi menjangkau desa tetangga.

“Jembatan ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi juga simbol pemulihan semangat warga Cileuksa setelah musibah besar beberapa tahun lalu,” ungkap pria yang akrab disapa Apih Ujang itu.

Menurutnya, jembatan ini sangat dinantikan karena menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial.

“Kami berharap pengerjaan jembatan bisa selesai tepat waktu dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.