BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan kebijakan libur pada pekan pertama bulan suci Ramadan. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk lebih fokus menjalankan ibadah serta memperkuat pendidikan karakter.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa meskipun terdapat pengurangan jam pembelajaran, kualitas pendidikan tetap menjadi perhatian utama.

“Kami mengurangi jam pendidikannya. Namun kami pastikan, walaupun jam pendidikan berkurang, anak-anak kita justru semakin pintar. Karena ini adalah momentum bagi mereka untuk beribadah bersama-sama, mencari ilmu agama, dan berkumpul dengan keluarga,” ujar Rudy Susmanto, Miggu 15/02 di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong.

Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan penguatan moral dan spiritual. Kebijakan ini juga diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, pesantren kilat, serta memperdalam ilmu agama bersama keluarga dan lingkungan sekitar.

Bupati menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata berbicara soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang karakter. Ramadan adalah momentum untuk membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak,” tegasnya.

Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap para siswa dapat memanfaatkan bulan suci sebagai sarana pembentukan kepribadian yang lebih baik, sehingga tumbuh menjadi generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kuat secara moral dan spiritual.