BANDUNG, (BS) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah jumlah rombongan belajar (rombel) di jenjang SMA dan SMK negeri pada tahun ajaran 2025/2026, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari komunikasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.

“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa tetap sekolah. Ini bentuk hadirnya negara,” ujar Herman dalam keterangan pers, Kamis (19/6/2025).

Rombel Bisa Bertambah hingga 50 Siswa

Saat ini jumlah siswa per rombel rata-rata 36 orang. Namun dalam rencana baru, Menteri memberi ruang agar rombel bisa diisi hingga 50 siswa, dengan tetap mempertimbangkan kualitas pembelajaran dan kapasitas sekolah.

“Kita sedang hitung dan mendesain skema optimalisasi ini. Bukan hanya soal jumlah, tapi bagaimana sekolah negeri bisa tetap layak dan ramah bagi siswa,” tambah Herman.

Pemprov Jabar juga membuka opsi pembiayaan pendidikan di sekolah swasta bagi siswa miskin, melalui Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang dapat disalurkan langsung kepada siswa penerima manfaat.

Komitmen Zero Putus Sekolah

Pemerintah Jabar menegaskan komitmen untuk menurunkan bahkan menghapus angka putus sekolah, terutama akibat kendala biaya. Kasus memilukan seperti yang terjadi di Cirebon, di mana seorang anak kesulitan sekolah karena faktor ekonomi, menjadi pemantik evaluasi sistem.