LEBAK, (BS) – Ikatan Perempuan Suku Mpur, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Maria Kebar, mengaku kagum dengan Kasepuhan Guradog di Kabupaten Lebak, Banten, yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi leluhur dan wilayah adat.

Maria hadir di Kasepuhan Guradog sebagai bagian dari perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2025. Ia mengaku ini adalah kunjungan pertamanya ke Provinsi Banten.

"Ini pertama kali ke Banten," ungkap Maria saat ditemui di acara puncak HIMAS, Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung, Sabtu (9/8/2025).

Menurutnya, ritual adat yang dijalankan Kasepuhan Guradog sangat luar biasa, termasuk keberadaan leuit atau lumbung pangan yang masih dilestarikan dan dijaga dengan baik.

"Antusias saya luar biasa, karena teman-teman di Banten sudah memulai bahkan mempertahankan wilayah adat, mempertahankan silsilah dan ritual-ritual adat seperti ini," ujarnya.

Maria menegaskan, adat memiliki peran penting dalam mempertahankan tanah serta keberlangsungan hidup masyarakatnya. Hal ini menjadi benteng agar generasi penerus tidak melupakan silsilah, sejarah, sekaligus terhindar dari kemiskinan pangan.