Depok – Pemerintah Kota Depok meresmikan 21 bangunan Posyandu se-Kecamatan Tapos sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok, H. Supian Suri, Jumat (13/2/2026), di hadapan kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan apresiasi kepada kader Posyandu, RT/RW, tenaga Puskesmas, serta jajaran Dinas Kesehatan yang dinilainya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan.
“Posyandu ini adalah investasi masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini untuk anak-anak kita, insyaallah menjadi kebaikan bagi keluarga dan generasi mendatang. Jika sejak awal kesehatan dan pendidikan mereka kita kawal, masa depan Depok akan lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran Posyandu kini semakin strategis karena tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan dasar, tetapi juga telah terintegrasi dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari pendidikan anak usia dini, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial. Pendampingan sejak dini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Supian juga mendorong optimalisasi berbagai program nasional, seperti makanan bergizi gratis dan cek kesehatan gratis, agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, bukan hanya saat sakit.
“Jangan tunggu sakit baru berobat. Selagi sehat, lakukan cek kesehatan. Kalau sehat, kita semakin semangat. Kalau ada gejala, bisa ditangani lebih awal,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti kebijakan alokasi anggaran berbasis RW yang memungkinkan pembangunan atau renovasi Posyandu melalui dana di tingkat lingkungan. RW yang belum memiliki fasilitas memadai didorong untuk memprioritaskan pembangunan Posyandu melalui musyawarah warga.
Selain sektor kesehatan, Pemkot Depok juga menegaskan komitmennya pada pendidikan dan jaminan sosial. Program sekolah gratis bagi warga tidak mampu terus diperluas, sementara data penerima bantuan BPJS diminta diverifikasi secara berkala agar tepat sasaran.
Menutup sambutannya, Supian Suri mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong dalam membangun kota.

