Jakarta (BS) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong Australia untuk berperan lebih aktif dalam penguatan sistem pendidikan nasional, khususnya melalui peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Prabowo menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan bilateral tersebut, selain isu tenaga kerja terampil.

“Kami membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan tenaga kerja terampil. Saya mengundang Australia untuk mendukung penguatan sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan, para tenaga pengajar yang mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut akan ditempatkan di berbagai perguruan tinggi dan sekolah baru yang saat ini tengah dibangun di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship, yang dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

Selain pendidikan, kedua pemimpin turut membahas kerja sama di bidang tenaga kerja terampil. Prabowo menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan berpotensi membantu memenuhi kebutuhan tenaga profesional di Australia.

Untuk itu, ia mengusulkan perluasan kerja sama melalui Mutual Recognition Agreements (MRA) agar sertifikasi profesi Indonesia dapat diakui secara lebih luas.

“Saya mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements untuk sertifikasi profesi, sehingga para profesional Indonesia bisa berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Australia,” kata Prabowo.