Depok, (BS) — Pelatih tim basket pelajar Kota Depok, Ananta, mengkritik lemahnya implementasi jalur prestasi sekolah bagi atlet pelajar, khususnya cabang olahraga beregu. Menurutnya, jalur prestasi belum berjalan optimal karena belum didukung sertifikat resmi yang memiliki kekuatan administratif dalam proses seleksi masuk SMA negeri.
Hal tersebut disampaikan Ananta usai pelaksanaan Liga Basket Pelajar Piala Wali Kota Depok 2026 di GOR Kota Depok, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, persoalan utama atlet pelajar bukan pada minimnya prestasi, melainkan pada rendahnya pengakuan administratif terhadap capaian olahraga beregu.
Ananta menjelaskan, atlet dari cabang olahraga beregu seperti basket kerap berada pada posisi kurang menguntungkan saat mengikuti seleksi jalur prestasi. Padahal, prestasi yang diraih tidak jarang berada di tingkat kota dan diperoleh secara konsisten.
“Anak-anak kami sering juara dan membawa nama sekolah serta Kota Depok. Tapi saat masuk jalur prestasi, kendala utamanya adalah sertifikat. Untuk olahraga beregu, sertifikat yang benar-benar diakui itu masih sangat terbatas,” ujarnya.
Ia menilai, sistem jalur prestasi saat ini cenderung berpihak pada prestasi individu, baik akademik maupun non-akademik seperti cabang olahraga bela diri. Sementara itu, olahraga beregu kerap dipandang sebelah mata, meskipun memiliki sistem pembinaan, kompetisi resmi, dan jenjang prestasi yang jelas.
Kondisi tersebut, lanjut Ananta, tidak hanya merugikan atlet pelajar, tetapi juga berpotensi melemahkan ekosistem pembinaan olahraga di sekolah. Padahal, olahraga beregu berperan penting dalam membentuk karakter siswa, seperti disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, dan daya juang.
“Basket bukan olahraga instan. Anak-anak berlatih bertahun-tahun, mengikuti kompetisi resmi, dan konsisten berprestasi. Tapi secara sistem, mereka masih kalah nilai karena tidak memiliki sertifikat jalur prestasi yang kuat,” tegasnya.
Ananta menilai, keberadaan sertifikat resmi jalur prestasi olahraga yang terstandar dan diakui oleh pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan menjadi kebutuhan mendesak. Sertifikat tersebut diharapkan memuat level kejuaraan, kategori beregu, serta menjadi dokumen sah yang diperhitungkan dalam seleksi masuk SMA negeri.

