Ciawi, BOGOR24JAM.COM - Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) angkat bicara soal proyek penanganan banjir di Jalan Veteran II Telukpinang, Ciawi. Proyek senilai Rp771 juta yang dikerjakan oleh CV. MAKSUM FAMILY ini diharapkan menjadi solusi bagi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Namun, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMBS, Azet Basuni, menekankan pentingnya kajian yang matang agar proyek tersebut benar-benar efektif dan tidak menghambur-hamburkan anggaran.
Sebagai warga Bogor yang sering melewati jalan ini, saya merasakan betul bagaimana banjir dapat melumpuhkan aktivitas. Setiap hujan deras, jalanan berubah menjadi sungai, membuat kemacetan panjang dan meresahkan warga. Harapan saya tentu saja proyek ini bisa menjadi jawaban atas masalah yang sudah lama kami hadapi.
Azet Basuni menjelaskan bahwa penyebab banjir di Jalan Veteran II sudah jelas, yaitu luapan air dari saluran irigasi saat debit air tinggi. Ia menilai, solusi yang tepat seharusnya fokus pada perbaikan dan optimalisasi saluran irigasi, bukan hanya pemasangan box culvert.
"Logikanya, kejadian banjir pada jalan veteran II, sudah diketahui umum penyebabnya, ketika debit air tinggi dari saluran irigasi, sehingga meluap dan merendam jalan yang memang berada dibawah nya," kata Azet, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, pemasangan box culvert yang sudah dilakukan ternyata belum maksimal mengatasi banjir. Ia khawatir proyek ini akan menjadi pekerjaan rumah yang panjang bagi pemerintah jika akar masalahnya tidak diselesaikan. (Iwan)
"Jadi teerkait solusi mengatasi banjir Jalan Telukpinang PUPR seharusnya mengkaji dengan matang, jangan terkesan proyek dipaksakan tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat," jelas Azet.
Azet menambahkan bahwa pihak PUPR seharusnya melibatkan masyarakat sekitar dalam proses perencanaan proyek. Menurutnya, warga sekitar lebih memahami kondisi dan permasalahan irigasi di wilayah tersebut.
"Apabila kondisi saat ini, Box Culvert telah terpasang namun banjir tetap terjadi artinya itu tidak maksimal, jangan sampai jadi PR yang panjang bagi pemerintah,mengapa tidak, kajian di fokuskan pada saluran irigasi yang memang sebagai penyebab nya, pada lokasi itu," terangnya.
"Seharus nya sebelum menentukan proyek, selain survey lokasi, lakukan survey pada masyarakat. Dengan begitu, tentukan perencanaan dengan kajian yang matang, jangan sampai proyek menghamburkan duit rakyat yang diberikan dari pajak," pungkasnya.

