LAMPUNG SELATAN – Kepala Desa (Kades) Tanjung Sari, Prayitno, didemo warganya sendiri. Sebanyak 29 Ketua RT dan sekitar 50 kader posyandu menggelar aksi unjuk rasa hingga menyegel Kantor Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (20/3/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya gaji para Ketua RT dan kader posyandu selama kurang lebih 10 bulan. Kondisi ini memicu kemarahan dan kekecewaan mendalam dari para perangkat dan kader di tingkat desa.
Sebagai bentuk protes, para peserta aksi menutup aktivitas kantor desa dan melakukan penyegelan. Mereka menilai kebijakan pemerintah desa tidak berpihak kepada para perangkat yang selama ini menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
“Sudah hampir satu tahun kami tidak menerima gaji, ini sangat merugikan kami,” ujar salah satu peserta aksi.
Sementara itu, Bendahara Desa Tanjung Sari, Irma, memberikan penjelasan berbeda. Ia menyebutkan bahwa Dana Desa (DD) sebenarnya telah cair sejak pekan lalu, namun pembayaran gaji akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Dana Desa sudah keluar hari Jumat kemarin, pembagian akan dilakukan setelah Lebaran,” ucapnya.
Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan warga. Pasalnya, dana disebut telah tersedia, namun hak para Ketua RT dan kader posyandu belum juga direalisasikan.
Aksi unjuk rasa tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Firman, Ketua BPD Sutrisman, serta Sekretaris Desa Wahyudi yang berupaya meredam situasi di lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan pasti terkait waktu pembayaran gaji tersebut. Warga mendesak pemerintah desa segera menyelesaikan kewajiban tanpa penundaan, mengingat kebutuhan menjelang Hari Raya semakin mendesak.

