Ciawi, (BS) — Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD DR. K.H. Idham Chalid mencatat tonggak sejarah baru dengan sukses melaksanakan Donor Trombosit (TC) Apheresis perdana. Pada pelaksanaan pertama ini, UTD berhasil melakukan Double Dose TC Apheresis, di mana satu pendonor mampu menghasilkan trombosit konsentrat setara 10–12 kantong trombosit konvensional.
Keberhasilan tersebut menjadi langkah strategis dalam peningkatan kualitas layanan transfusi darah, khususnya untuk memenuhi kebutuhan trombosit bagi pasien dengan kondisi kritis seperti demam berdarah dengue (DBD), gangguan darah, serta pasien yang membutuhkan terapi trombosit intensif.
Kepala UTD RSUD DR. K.H. Idham Chalid, dr. Edi Ario Pamungkas Waluyo, Sp.PK, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, donor TC Apheresis pertama di RSUD DR. K.H. Idham Chalid berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh tim, para pendonor, serta semua pihak yang telah mendukung. Mohon doanya agar inovasi di UTD kami terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik ke depannya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” ujarnya.
Penerapan teknologi apheresis ini menegaskan komitmen RSUD DR. K.H. Idham Chalid dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, memperluas akses terhadap produk darah yang aman, berkualitas, dan efisien, serta memperkuat kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus yang memerlukan terapi transfusi spesifik.
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD DR. K.H. Idham Chalid sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, SH., MH.Kes., MARS, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi langkah awal penting bagi penguatan layanan transfusi darah di wilayah Bogor.
“Dengan capaian ini, UTD RSUD DR. K.H. Idham Chalid sebagai UTDRS pertama di Kabupaten Bogor berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor apheresis, guna membantu sesama dan mendukung ketersediaan trombosit di wilayah Bogor Selatan dan sekitarnya,” ungkapnya. (Red)

