BOGOR, (BS) - Di balik ruang kelas yang sederhana, ada ruang yang jauh lebih besar: ruang pengaruh seorang guru dalam membentuk masa depan bangsa. Dalam era digital yang bergerak cepat, peran guru tak lagi sebatas sebagai pengajar. Mereka kini juga menjadi pendidik, fasilitator, penggerak, hingga inspirator perubahan.

“Ruang guru bukan cuma ruangan kecil di sekolah, tapi ruang batin yang luas di mana guru berjuang mendidik dengan hati,” ujar Rahmat Hidayat, guru Bahasa Indonesia asal Bogor.

Tuntutan Zaman, Harapan Masyarakat

Saat ini, guru dihadapkan pada berbagai tantangan: perubahan kurikulum yang terus bergulir, digitalisasi pembelajaran, karakter siswa Gen Z yang berbeda, serta administrasi sekolah yang semakin kompleks.

Namun, di tengah semua itu, ekspektasi masyarakat terhadap guru justru meningkat. Mereka diminta hadir sebagai pendidik, pembimbing, pendengar, sekaligus problem solver dalam satu waktu.

Ruang Inovasi di Era Digital

Sejumlah guru kini mulai menjadikan teknologi sebagai sahabat. Mereka menciptakan konten edukatif di media sosial, menyusun modul interaktif, bahkan aktif mengajar melalui platform digital seperti Google Classroom, Ruangguru, dan lainnya.

“Saya bukan guru teknologi, tapi saya belajar demi siswa saya,” ungkap Bu Sari, guru SD yang kini rutin membuat video pembelajaran pendek.

Kolaborasi Jadi Kunci

Halaman:
N
Penulis: Naufal