BOGOR – Kondisi ruas Jalan Gunung Galuga–Ciampea, tepatnya di persimpangan Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, kembali mengalami kerusakan. Sejumlah titik berlubang terlihat di badan jalan dan diperparah genangan air pascahujan yang membuat permukaan aspal sulit dikenali pengendara.
Pantauan di lokasi menunjukkan lubang tersebar di beberapa titik pada jalur yang padat dilalui kendaraan, terutama saat jam aktivitas. Genangan air menutup sebagian lubang sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciampea, Yudhi Rahmawan, menyampaikan bahwa tingkat kerusakan pada ruas tersebut masih masuk kategori ringan.
“Dalam ruas tersebut, kategorinya rusak ringan,” ujar Yudhi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (20/2/2026).
Meski demikian, hingga saat ini penanganan belum dilakukan. Pihak UPT masih menunggu pengiriman material tambal sulam dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
“Masih menunggu barang tambal sulamnya,” katanya.
Yudhi menambahkan, perawatan terakhir pada ruas jalan tersebut dilakukan pada Tahun Anggaran 2025 dalam bentuk perawatan rutin.
Ia menjelaskan, kerusakan dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya usia jalan, saluran air yang kerap tersumbat, serta tingginya intensitas hujan dalam dua bulan terakhir.
“Salurannya masih sering mampet, ditambah kondisi cuaca dua bulan terakhir intensitas hujan cukup tinggi,” jelasnya.

