BOGOR, (BS) — Widya Erti Indonesia (WEI) secara resmi meluncurkan Program Rural Resilience Initiative (RURISE) di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (3/7). Program ini menjadi perluasan dari implementasi serupa yang telah dilakukan sejak 2024 di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Mengusung pendekatan pertanian terintegrasi berbasis rumah tangga, RURISE hadir sebagai jawaban atas tantangan regenerasi petani, ketergantungan pada metode pertanian konvensional, serta dampak nyata krisis iklim di tingkat desa.
“Kita berharap desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi pusat inovasi berbasis potensi lokal. Program ini membantu petani mengelola rantai produksi secara mandiri, mengakses pasar yang berkelanjutan, dan mengurangi biaya produksi,” ujar Billy Hasbi, Program Manager WEI.
Dipilihnya Desa Wates Jaya didasarkan pada kekuatan sosial masyarakatnya serta lokasinya yang strategis sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Dengan kombinasi tersebut, program ini dirancang untuk membangun ketahanan pangan berkelanjutan sekaligus menjaga ekosistem lingkungan.
Strategi Pertanian Terintegrasi
Model pertanian yang dikembangkan WEI memadukan berbagai aspek produksi:
Pemanfaatan pekarangan rumah tangga dengan ayam kampung sebagai komoditas utama.
Produksi pakan lokal berbasis jagung, hijauan, dan dedak padi.
Pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan dan pupuk organik.

