Depok, (BS) — Di tengah kesulitan yang dialami masyarakat Sumatera akibat bencana, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok menunjukkan kepedulian nyata melalui kegiatan penggalangan dan penyaluran donasi. Aksi kemanusiaan ini bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan wujud solidaritas antara jajaran pegawai dan warga binaan untuk meringankan beban para korban.
Kegiatan penggalangan donasi dimulai dengan arahan khusus dalam apel pagi yang disampaikan oleh Kasi Pelayanan Tahanan, Thowvik Nur Rohman. Ia menekankan pentingnya empati, semangat gotong royong, serta partisipasi aktif seluruh elemen di lingkungan rutan.
“Kita tidak bisa melihat sesama menderita tanpa melakukan apa-apa, bahkan jika kita berada di lingkungan yang terbatas,” ujarnya.
Dorongan tersebut langsung disambut antusias oleh pegawai, staf, dan warga binaan. Para warga binaan bahkan turut menyumbangkan sebagian pendapatan dari pekerjaan mereka di dalam rutan, serta memberikan barang-barang pribadi yang masih layak pakai, seperti pakaian, selimut, hingga peralatan dapur.
“Kita tahu rasanya merasa terasing dan membutuhkan bantuan. Meskipun sedang menjalani masa pembinaan, kami ingin menunjukkan bahwa kami juga peduli,” ungkap salah satu warga binaan.
Kontribusi warga binaan ini tidak hanya menambah jumlah donasi, tetapi juga memberikan makna bahwa setiap orang, tanpa memandang status, dapat memberikan dampak positif bagi sesama.
Setelah beberapa hari pengumpulan, donasi yang terkumpul berupa uang tunai, pakaian hangat, selimut, beras, minyak goreng, serta peralatan kebersihan. Tim Rutan Depok mengemas seluruh bantuan agar siap langsung disalurkan kepada para korban melalui lembaga kemanusiaan lokal di Sumatera. Lembaga tersebut membantu menentukan lokasi yang paling membutuhkan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agus Imam Toufik, menyampaikan harapannya terhadap aksi ini.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, baik secara material maupun emosional. Meski tidak menghapus seluruh duka, semoga ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sumatera tidak sendirian — dukungan datang dari berbagai kalangan, termasuk dari Rutan Depok,” ujarnya.

