Bogor, (BS) – Kondisi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Rumpin, Kabupaten Bogor, dinilai sangat memprihatinkan. Sekolah yang menampung 960 siswa dalam 26 rombongan belajar (rombel) itu hanya memiliki delapan toilet, itupun dengan kondisi kurang layak dan tidak sebanding dengan jumlah peserta didik.
Desi Diana,Spd Bio,M.Pd, Kepala SMPN 2 Rumpin yang baru menjabat enam bulan mengungkapkan bahwa fasilitas sanitasi merupakan persoalan paling mendesak di sekolah tersebut.
“Untuk ruang belajar kami sebenarnya cukup. Tapi hanya ada delapan toilet yang kondisinya kurang layak. Dengan jumlah siswa 960, tentu ini masih sangat kurang,” keluhnya, Jumat 13 November 2025.
Selain toilet, sejumlah ruang kelas juga mengalami kerusakan berat. Plafon banyak yang rapuh, bahkan ada satu ruang kelas yang atapnya roboh ketika dilakukan pengecatan beberapa waktu lalu.
“Saat pengecatan kemarin, plafon kelas jebol karena sudah rapuh dan akhirnya atapnya ikut roboh,” ungkap Desi.
Kondisi itu memperlihatkan bahwa bangunan sekolah membutuhkan perbaikan menyeluruh, terutama pada ruang kelas yang berusia tua dan rawan membahayakan keselamatan siswa.
Tidak hanya itu, dengan jumlah rombel yang besar, SMPN 2 Rumpin juga mengaku masih kekurangan meja dan kursi (meubeler). Berdasarkan pengajuan melalui Musrenbang Kecamatan, sekolah seharusnya memperoleh bantuan meubeler pada tahun 2025, namun hingga kini belum ada kepastian realisasinya.
“Informasinya sekolah kami akan mendapatkan bantuan meubeler tahun 2025 ini. Tapi sampai sekarang belum ada kabar kapan akan direalisasikan,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dapat memberikan prioritas penanganan terhadap kebutuhan sarana dan prasarana dasar tersebut, mulai dari toilet, sanitasi, ruang kelas yang rusak, hingga kelengkapan meubeler.

