DEPOK, (BS) - Pemerintah Kota Depok terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi warganya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menggagas sekolah rintisan gratis sebagai solusi mengatasi kekurangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Inisiatif ini menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi D DPRD Kota Depok bersama Dinas Pendidikan pada Senin (23/6/2025), membahas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) terkait sekolah swasta gratis.
Turiman, anggota Komisi D DPRD Kota Depok, mengungkapkan bahwa upaya pemerintah kota saat ini difokuskan untuk menuntaskan kekurangan sekolah gratis. Menurutnya, baru 30 sekolah swasta yang terlibat dari target satu sekolah per kelurahan di 63 kelurahan yang ada di Kota Depok.
"Per hari baru ada 30 sekolah dari rencana 63 sekolah rintisan gratis. Yang di alokasikan di setiap kelurahan satu sekolah," ujar Turiman.
Turiman menambahkan bahwa keputusan pemerintah untuk mendirikan sekolah rintisan gratis adalah langkah tepat yang juga merespon putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sekolah gratis untuk SMP.
"Salah satu nya menjawab kekurangan SMP Negeri dimana setiap tahun pasti gaduh tetapi dengan adanya sekolah rintisan gratis untuk tingkat swasta per kelurahan di harapkan seluruh warga Depok dapat menikmati sekolah gratis," jelasnya.
Meskipun demikian, Turiman belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai kriteria sekolah swasta yang dapat menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Depok.
"Saya masih belum tau kriterianya seperti apa karena data nama sekolah belum di kasih oleh disdik. Karna masih mempersiapkan juknisnya," tutupnya.
Inisiatif sekolah rintisan gratis ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan kekurangan daya tampung SMP negeri di Kota Depok, sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga untuk mengakses pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya. (Heti)

