Jakarta, (BS) -  Sabtu, 26 April 2025 menjadi hari bersejarah bagi Serikat Pekerja Kereta Api Indonesia (SP-KAI) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Pembentukan serikat ini menjadi tonggak penting dalam memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan para pekerja di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Sebagai organisasi yang menaungi para pekerja, SP-KAI hadir dengan semangat kolektif untuk mewujudkan cita-cita bersama, yakni menciptakan kondisi kerja yang lebih baik, memperjuangkan hak-hak karyawan, serta menjembatani komunikasi antara pekerja dan manajemen perusahaan.

Koordinator Bidang Hukum DPPD SP-KAI Daop 1 Jakarta, Anggara Wijaya, menyampaikan bahwa kehadiran SP-KAI diharapkan tidak hanya menjadi wadah perjuangan dan perlindungan bagi para anggotanya, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan perusahaan.

"Ya, hal itu selaras dengan tujuan SP KAI yang tertuang dalam AD/ART Pasal 9, yaitu menciptakan anggota SP-KAI yang profesional dan bertanggung jawab guna terwujudnya cita-cita pekerja yang sejahtera, adil, dan makmur," ujar Anggara, Kamis (15/05/2025).

Selain itu, lanjut Anggara, SP-KAI juga bertujuan mewujudkan suasana hubungan industrial yang harmonis dan kondusif di lingkungan perusahaan. Serikat ini akan menjembatani kepentingan serta aspirasi para pekerja, dan melakukan upaya pembinaan, pendampingan, serta pembelaan terhadap anggota dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Yang tak kalah penting, kata Anggara, SP-KAI Daop 1 Jakarta juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota secara adil dan seimbang.

"Serta membina sikap solidaritas antarpekerja untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak mereka, menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan kerja," terang Anggara.

Ia juga berharap, terbentuknya SP-KAI di Daop 1 Jakarta dapat menciptakan hubungan industrial yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

"Serikat ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi antara pekerja dan perusahaan dalam membangun sektor transportasi publik yang andal dan berdaya saing," tutup Anggara. (Deri)